Pinggiran pantai yang disinari oleh cahaya jingga yang dihasilkan oleh matahari terbenam dari penghujung cakrawala. Bersamaannya dengan dedaunan pohon yang diterpa oleh angin hingga menari kesana-kemari di udara.

Telinga menangkap dersik-dersik yang tergema pada telinganya, serta rambut coklat muda yang panjang itu diterpa angin seperti mencoba mengajak rambut miliknya untuk menari.

Begitu menyedihkannya terlihat Harsa Renjana tengah berjalan sendirian, dengan tahu-menahu jelas tentang dirinya sendiri yang sama sekali tidak menyukai bahkan benci kesendirian.

Harsa dan Arum, sepasang sahabat yang terkait satu sama lain bagaikan saudara kandung; kenangan yang Harsa kenang sambil berjalan sendiri di bibir pantai.

Mengambil langkah demi langkah sambil mengabaikan tujuan yang ia tuju. Angin menerpa seragam putih abu kusam miliknya sampai membuat bulu kuduknya berdiri sambil mendesis kedinginan. Berjalan sendirian dengan otak yang memutar ulang insiden satu tahun yang lalu. Sang sahabat, Arum; yang telah pergi meninggalkan dirinya dari dunia ini, jiwa yang sudah datang kepada panggilan Sang Maha Kuasa.

Sendu mengisi ekspresi Harsa yang seakan terlukis jelas, mata sembab sehabis tangis yang menghabiskan tenaga dan bibir kering yang mengatup satu sama lain seakan-akan melarang dirinya untuk melanjutkan tangisan lain. Perjalanan jauh yang ditempuh oleh kakinya yang sudah berulang kali dihantam oleh ombak air, yang tak Harsa sadari telah menelan setengah betisnya.

Kesunyian yang diisi oleh deburan ombak hingga matahari terbenam yang terpampang indah di depan mata coklat terang miliknya, seakan-akan Sang Maha Kuasa memperlihatkan keajaiban-Nya atas cahaya jingga yang menyinari terang bibir pantai; lebih dari biasanya Harsa datang kemari. Harsa tersenyum dengan perasaan campur aduk, tak memungkiri bahwa mungkin Sang Maha Kuasa ingin dirinya tak merasa kesepian.

Kesedihan dan kesenduan bisa ia rasakan dalam hatinya yang sesak membuat dirinya terperangkap pada hal-hal yang sudah terjadi berulang kali, menyeretnya kembali dalam laut ratapan.